masukkan script iklan disini
Belawan, Sumatera Utara — Siang itu, aktivitas di Dermaga 103 Pelindo Ujung Baru berjalan seperti biasa. Namun di sela badan kapal besar dan dermaga beton, sebuah tragedi sunyi terjadi, sebuah sampan nelayan terhimpit, lalu perlahan tenggelam bersama harapan seorang pencari nafkah.
Korban, Jainal Abidin (37), nelayan asal Belawan Bahagia, diduga tak sempat menyelamatkan diri saat sampannya terseret arus buangan kapal MV Segara Bali yang tengah sandar. Saksi mata melihat perahu kecil itu terombang-ambing sebelum akhirnya hilang di antara kapal dan dermaga.
Tak lama setelah laporan diterima, TNI Angkatan Laut melalui Posal Medan Labuhan bergerak cepat. Dipimpin Pjs Danposal Lettu Laut (P) Arifin, personel Babinpotmar langsung turun ke lokasi untuk mengamankan area sekaligus membantu proses pencarian.
Operasi dilakukan secara terpadu bersama Basarnas, Polairud, dan kepolisian. Sejumlah barang milik korban ditemukan mengapung, sementara keluarga korban masih bertahan di lokasi, ikut menyisir perairan dengan cara sederhana, menaruh harap di antara gelombang dan waktu.
Kehadiran TNI AL dalam situasi ini menjadi garda terdepan, memastikan proses pencarian berjalan aman dan terkoordinasi di tengah padatnya aktivitas pelabuhan. Di balik hiruk-pikuk Belawan, tragedi ini menjadi pengingat akan risiko yang selalu mengintai para nelayan dan pentingnya kesiapsiagaan di setiap jengkal perairan.(Gajah)






